Sabtu, 26 Maret 2011

Radiasi Jepang 10 Ribu Kali Batas Normal

Posted at 18.53 - by Unknown 0



Kebocoran reaktor nuklir di provinsi (prefektur) Fukushima Daiichi, Jepang, masih menjadi ancaman serius. Tingkat radiasi di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir itu bahkan telah mencapai 10 ribu kali dari batas normal.

Seperti dikutip dari laman Telegraph, kondisi itu meningkatkan kekhawatiran terjadinya kebocoran pipa baja dan beton penahan di sekitar reaktor.

Perdana Menteri Jepang, Naoto Kan, mengatakan, pekerja yang berjuang menstabilkan sistem reaktor di Fukushima sungguh bertaruh nyawa. "Situasi Fukushima Daiichi saat ini masih sangat serius dan kita harus tetap waspada," katanya.

Pejabat Jepang mengatakan perlunya penyelidikan lebih lanjut untuk menjelaskan bagaimana genangan air yang dilintasi tiga pekerja saat sedang mengganti kabel di reaktor nomor 3 bisa tercemar iodine, caesium, dan cobalt dengan kadar 10 ribu kali dari ambang batas normal.

"Saat ini, data pemantauan kami menunjukkan reaktor nomor 3 masih mempertahankan fungsi penahanan tertentu, tetapi kemungkinan besar telah rusak," kata Hidehiko Nishiyama, juru bicara badan nuklir Jepang.

Potensi kerusakan baja penahan di reaktor nomor 3 itu memicu keprihatinan dan kecemasan baru. Namun belakangan, pejabat pemerintah menjelaskan bahwa peningkatan tingkat radiasi yang melambung itu akibat kebocoran pada ventilasi reaktor.

Sebanyak 700 pekerja yang terdiri dari pakar nuklir, teknisi, dan pemadam kebaran, masih berjuang untuk menstabilkan kondisi enam reaktor nuklir di PLTN yang rusak parah akibat gempa 9 Skala Richter dan tsunami pada 11 Maret otu.

Tiga pekerja yang terluka menambah jumlah pekerja yang menjadi korban menjadi 17 orang. Mereka terpapar lebih 100 millisieverts radiasi di pabrik, tingkat eksposur tahunan yang sudah berpotensi memicu
kanker.

Dampak kebocoran radiasi juga telah menyasar ke sejumlah produk makanan dan air. "Bencana nuklir ini telah mengakibatkan polusi serius terhadap makanan lokal dan produk pertanian," kata pejabat badan karantina China, yang tengah meningkatkan pengawasan pada produk impor asal Jepang.


Krisis bocornya reaktor nuklir di provinsi (prefektur) Fukushima, Jepang, belum berakhir. Bahkan muncul kabar air radiasi tingkat tinggi dari sejumlah reaktor nuklir di kompleks pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Fukushima - yang rusak akibat gempa bumi dan tsunami dua pekan lalu - telah bocor keluar.

Menurut kantor berita Associated Press - dengan mengutip keterangan dari pengelola PLTN, Tokyo Electric Power Co. - air dengan kandungan radiasi tinggi ditemukan di bangunan reaktor Unit 1. Fukushima terletak lebih dari 200 km sebelah utara Tokyo.

Genangan air juga ditemukan di bangunan Unit 2 dan 4. Pengelola menduga bahwa air itu juga mengandung radioaktif tingkat tinggi.

Reaktor unit 3 juga dikhawatirkan bakal mengalami masalah serupa. Kekhawatiran itu muncul setelah dua pekerja menderita luka bakar setelah mengarungi genangan air, yang sudah tercemar radioaktif 10.000 kali lebih besar dari kadar normal, yang biasa ditemukan di air atau di sekitar reaktor, demikian menurut penjelasan Badan Keselamatan Nuklir dan Industri Jepang (NISA).

Hari ini, 26 Maret 2011, tengah berlangsung upaya menginjeksi air bersih ke salah satu bangunan untuk mencegah melelehnya komponen inti reaktor nuklir, kata Hidehiko Nishiyama, juru bicara NISA. Namun, kalangan pejabat khawatir bahwa pekerjaan itu terganggu oleh ditemukannya air dengan level radiasi tingkat tinggi.

Kadar radioaktif pada air laut di sekitar PLTN, setelah diukur, ternyata sudah 1.250 kali lebih besar dari tingkat normal. "Ini kemungkinan berasal dari radiasi lewat udara yang bersumber dari sejumlah reaktor yang rusak dan aliran air dari PLTN," kata Nishiyama.  

Ancaman itu telah disadari oleh Perdana Menteri Jepang, Naoto Kan, Jumat kemarin. "Situasi hari ini di PLTN Fukushima Dai-ichi masih sangat rawan dan serius. Kami masih harus waspada," kata Kan.     

Sementara itu, pemerintah telah mengevakuasi penduduk di sektar PLTN dengan radius hingga 20 kilometer (km). Mereka yang tinggal pada radius hingga 30 km dari PLTN juga harus tinggal di dalam rumah. Sedangkan pemerintah Amerika Serikat (AS) menyarankan agar warga jangan berada di radius 80 km dari PLTN.

Namun, penduduk lokal yang masih menetap antara 20 hingga 30 km dari PLTN kini terancam kekurangan kebutuhan pokok dan air bersih. Maka, mereka dipersilakan mengungsi. "Kami tidak memerintahkan mereka untuk pergi. Namun, kami sudah berkata kepada penduduk, bahwa kami akan membantu mereka untuk pergi secara sukarela," kata pejabat Fukushima, Takeshi Ishimoto.

Dalam dua pekan terakhir, jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami di timur laut Jepang sebanyak 10.151 jiwa. Polisi Jepang juga menyatakan 17.000 orang masih dinyatakan hilang.

Foto satelit yang diambil pada hari Rabu, 16 Maret 2011 ini memperlihatkan unit 1, 3 dan 4 dari PLTN Fukushima Dai-ichi yang rusak akibat gempa

sumber vivanews

Tags:
About the Author

Write admin description here..

0 comments:

Text Widget

Kirimkan komentar anda, cukup dengan mengomentari posting kami sehinggan kami dapat menyempurnakan atau memberikan apa yang anda inginkan
© 2013 My Blog. WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9