Kamis, 30 Juni 2011

Ojekman 2 : Ksatria Jalanan

Posted at 21.19 - by Unknown 0


Hari hari semenjak Bedjo mengambil alih kepemimpinan sebagai Ketua Ojek di desa Sukanarik menjadi lebih indah. Para tukang-tukang ojek junior berbakat mulai bermunculan. Akademi Tukang Ojek kembali berdiri, dengan ditutorkan secara langsung oleh Bedjo.
Suatu sore, Bedjo sedang berpatroli selagi mencari penumpang ia dicegat oleh sebuah Bajaj berwarna kuning muda. Sang supir Bajaj yang tak lain dan tak bukan, Kang Joni, turun dari Bajaj saktinya. Yang pernah menghancurkan 3 gedung 87 lantai hanya dengan sekali tembak, dan jalan Bogor-Jakarta PP hanya menghabiskan 48,39 liter bensin.

Melihat langsung pembunuh ayahnya, Bedjo menatap Kang Joni dengan penuh dendam. Mereka saling menatap, pemandangan seakan berputar. Setelah mereka puyeng baru berhenti putarannya.
Bedjo,”Kau, beraninya membunuh ayahku..!”
Kang Joni,”Ayahmu itu pantas mati, karena telah berani merebut wilayahku. Dan kau berani menghabisi 30 pasukan Bajajku tanpa sisa.”
Bedjo,”Sial kau..!!”
Bedjo mengepalkan tangannya, dan mengarahkan tinjunya ke Kang Joni. Hal kecil bagi Kang Joni. Dengan jari kelingking jempolnya ia menahan tinju Bedjo. Dan ia menyentil kuping Bedjo. Ia pun jatuh terguling2.
Dengan sigap Bedjo berdiri lagi, dan ia menaiki si Jagur. Bedjo menggeber si Jagur. Tapi tak terjadi apa apa. Oh iya, ternyata Bedjo lupa menstater si Jagur. Dia menstater Jagur dan menggeber dengan maksimal. Jagur masuk kedalam mode fighting. Ia bersiap menabrak Kang Joni. Tetapi tiba-tiba  2 roket meledak menghalangi Jagur.
Kang Joni,”Terlalu cepat bagimu untuk menandingi diriku. Aku hanya memperingati dirimu agar tidak macam-macam dengan wilayah kami. Camkan itu.!”
Lalu Kang Joni pun melesat dengan Bajaj kuning mudanya. Bedjo mencoba untuk mengejar, tapi lagi lagi Bedjo lupa memasukkan gigi. Sehingga ia tertinggal jauh.
Bedjo pun kembali ke rumahnya di desa Sukanarik. Ia berceritakejadian yang baru ia alami ke ibunya.
Sutimah,”Dengan kemampuanmu yang sekarang kamu tidak akan bisa melawan Kang Joni. Kau masih perlu latihan.”
Bedjo,”Tapi bu, Bedjo pasti bisa menghadapinya. Bedjo ga akan melepaskan pembunuh ayah dengan semudah itu.”
Ibu Bedjo tersenyum dan mengelus kepala Bedjo. Lalu ia memberikan sebuah helm ke Bedjo. Bedjo kebingungan.
Bedjo,”Apa maksudmu, bu..? Aku sudah punya helm yang lebih bagus, full face lagi.”
Sutimah,”Ini helm keramat yang dulu dipakai ayahmu, Djo. Pakailah..!”
Bedjo pun memakai helm tersebut. Tapi tak terjadi apapun.
Bedjo,”Aku tidak merasakan kekuatan apapun, bu. Ini pasti barang kawe.”
Sutimah,”Ini menandakan bahwa kamu belum siap untuk menerima kekuatan yang sebenarnya dari Ayahmu. Helm ini sewaktu dipakai ayahmy adalah pemberian dari guru Mang Codet.”
Bedjo,”Siapakah itu Mang Codet.”
Sutimah,”Dia adalah salah satu dari 3 Legenda Ksatria Ojek yang masih hidup. Ia adalah guru dari ayahmu. Dia satu-satunya orang yang bisa melatihmu.”
Bedjo,”Dimana aku bisa menemukannya?”
Sutimah,”Tak ada yang tau ia ada dimana. Temukan ia dengan instingmu dan rasa cintamu dengan Ayahmu. Karena Mang Codet sangat menyayangi ayahmu juga.”
Bedjo,”Baiklah bu.”
Bedjo pun pergi mengunjungi Marni, kekasihnya. Ia memberitahukan bahwa ia akan pergi untuk berguru dengan Mang Codet. Marni pun tak rela di tinggal sang kekasihnya.
Marni,”Bang, abang jangan pergi. Kalo abang pergi siapa yang jaga kampung ini. Siapa yang jemputin aku pulang les. Siapa yang cuci baju aku lagi, oh kalo itu kerjaan Inem bang.”
Bedjo,”Tenang, abang ga lama kok. Abang harus menemukan Mang Codet agar abang bisa mengalahkan Kang Joni. Lagian tempat lesmu kan ada di sebelah rumah. Biasanya juga jalan kaki.”
Marni,”Tapi bang, siapa yang akan menjaga kampung kita..?”
Bedjo,”Kurada Jaka, Tedjo, Fuadi, dan Kasman cukup tangguh untuk menjaga kampung kita. Mereka sangat berbakat.”
“Bang, bang baksonya satu porsi. Babe Marni laper,” kata Marni.
Tukang Bakso,”Oke non, beres.”
Marni,”Bang Bedjo, jangan tinggalin Marni, bang. Bang Bang Bang...!”
“Ini non baksonya,” tukang bakso.
“Oh iya makasih ya bang,”Marni.
Bedjo pun menghilang dari pandangan si Marni.
Berhari-hari Bedjo berkeliling kota untuk menemui Mang Codet. Lama lama ia pun putus asa, ia mampir ke tukang cendol dan memesan mie Ayam. Kok bisa? Sebelahnya tukang cendol ada tukang mie ayam.
Sambil menikmati cendolnya (dia pesen cendol juga) dia duduk termenung, berpikir bagaimana dia bisa menemukan mang Codet. Akhirnya ia ingat kata kata ibunya. Ia pun bergegas pergi.
Ups tapi ia lupa membayar pesanannya. Dan ternyata ia lupa membawa dompet. Akhirnya setelah dicaci maki oleh tukang mie ayam, dan disuruh nyuci gerobak cendol, ia bergegas pergi.
Kali ini ia yakin akan menemukan kediaman mang Codet. Ia menutup matanya dan memikirkan ayahnya. Tiba tiba, cahaya muncul. Dan Bedjo sampai disebuah rumah reot. Dan didepan rumah itu berdiri kakek tua memakai jaket kulit bertuliskan “Kuda Liar”. Ini pasti mang codet, pikir Bedjo. Benar saja itu adalah mang Codet, sang legendaris. Tak membuang waktu, mereka pun pergi berlatih.
Di desa Sukanarik, kekacauan mulai terjadi. Para antek antek Laskar Bajaj mulai mengacau. Para murid murid didikan Bedjo mulai kewalahan. Para ojekers ojekers yang lain mulai kehilangan setoran. Marni mulai kebingungan, ia memanggil manggil nama Bedjo. Tapi Bedjo tak kunjung tiba.
Di kediaman mang Codet, Bedjo berusaha keras untuk menyelesaikan workshopnya.
Para Laskar Bajaj mulai meringsek ke dalam rumah Bedjo. Dan Kang Joni berhasil menculik Ibu Bedjo. Dan mereka membelok ke arah rumah Marni. Marni terlihat sangat ketakutan. Sesaat para Bajaj mengambil Marni, Bedjo datang dan menyelamatkan Marni. Dengan sigap Bedjo melempar para Bajaj dengan uang receh bekas kembalian kopi.
Blaam, semuanya meledak dengan seketika. Marni pun sangat bahagia dengan kedatangan Bedjo. Dan ia memberitahukan Bedjo kalau Ibunya diculik oleh Kang Joni. Dengan dendam dan marah, Bedjo menghabisi seluruh pasukan Bajaj yang mengganggu desa Sukanarik. Dan dengan kecepatan maksimum, Bedjo menuju ke desa Sukagoyang.
Di desa Sukagoyang Bedjo dicegat banyak sekali pasukan Bajaj. Tapi dengan kekuatan barunya, ia berhasil mengatasinya dengan sangat mudah
Sampai di singasana Kang Joni, Ia ditantang oleh Kang Joni untuk siapa yang paling banyak dan cepat mendapatkan + mengantarkan penumpang ke daerah tujuannya. Bedjo mengiyakan tantangannya.
Bedjo berhasil mengantarkan 4.593 penumpang dalam waktu 14 jam
Kang Joni juga berhasil mengantarkan 4.593 penumpang dalam waktu 14 jam.
Tapi itu belum berakhir, masih ada satu penumpang lagi di daerah kali Ciliwung. Dengan kecepatan penuh mereka berdua menuju kali Ciliwung. Memang dasar penjahat, Kang Joni berlaku curang. Dia mulai menggunakan senjata api, dan skill skill geboy. Awalnya Bedjo berhasil menghindari serangan dari Kang Joni, tapi kelamaan ia mulai kewalahan, ia mulai terkena serangan dari Kang Joni. Bedjo pun memakai cara terakhir. Ia memakai helm warisan dari ayahnya.  Dan sekelibat, Bedjo berubah penampilan menjadi seperti Valentino Rossi. Bedjo membalas geboy balik Kang Joni. Pertarungan seru pun terjadi.
Namun kebaikan memang selalu menang. Karena terlalu serius menggeboy Bedjo, Kang Joni tidak sadar jika didepannya ada mobil tinja parkir. Bedjo menyadari itu. Dengan sekali geboy, Bedjo mendorong Kang Joni kearah mobil Tinja itu. Dan kaget, Kang Joni ga bisa menghindari tabrakan. Dan Bajaj kuning muda itu menjadi kuning kecoklatan dan terlempar ke arah kali Ciliwung. Karena terjadi reaksi kimia antara tinja dan bekas bekas detergen cuci baju, Bajaj itu meledak.
Kang Joni berhasil dikalahkan. Bedjo kembali ke desa sukagoyang yang menjadi sepi sekali. Tak ada pendudukpun yang tinggal. Ia pun menjemput ibunya kembali ke desa Sukanarik.
Dikejauhan parkir sebuah taksi ungu muda, dan sang sopir memperhatikan Bedjo. Ia terlihat geram. Dan akhirnya taksi itu melesat pergi.
Di desa Sukanarik Bedjo disambut sangat ceria. Sekarang keadaan tukang ojek kembali aman dan nyaman.
Dan Bedjo pun memutuskan untuk menikahi Marni. Akhirnya mereka menikah dengan mas kawin berupa Helm half-face yang sudah sni.
Keadaan pun kembali aman dan damai. Tukang tukang ojek mulai mendapatkan wilayahnya kembali. Dan setoran setoran pun mulai berjalan lancar.
        


To be continued

source http://pisangbakar2.blogspot.com/

Tags:
About the Author

Write admin description here..

0 comments:

Text Widget

Kirimkan komentar anda, cukup dengan mengomentari posting kami sehinggan kami dapat menyempurnakan atau memberikan apa yang anda inginkan
© 2013 My Blog. WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9